BANDUNG, SELASA — Wilayah Baleendah menjadi daerah paling parah terkena banjir di Kabupaten Bandung karena menjadi titik pertemuan banjir dari arah timur di Kecamatan Majalaya, dari arah selatan di Kecamatan Banjaran, serta dari arah utara di Kota Bandung. Genangan air membuat ratusan rumah di Kelurahan Andir dan Baleendah, Kecamatan Baleendah, kembali terendam.
Menurut pantauan Kompas, ketinggian air mencapai 2 meter di RW 20 di Kelurahan dan Kecamatan Baleendah dan 70 cm di Kelurahan Andir.
Ketua RW 20 Kelurahan Baleendah Jaja menuturkan, ketinggian air menyurut sampai 30 cm sejak dini hari. Warga langsung diminta untuk mengungsi ke titik-titik yang ditentukan, seperti di Taman Kota Baleendah dan Kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Bandung.
Olih, warga Kelurahan Andir, menuturkan, air naik sejak malam hari setelah hujan deras terus mengguyur. Air berasal dari limpasan Sungai Cisangkuy yang bermuara di dekat kelurahan tersebut.
Sementara itu, Camat Banjaran Iman Irianto menerangkan, banjir yang merendam 600 rumah di Desa Kamasan sejak Senin (15/12) malam sudah surut dan warga sudah kembali
Kompas.com